
Dia memelukku dengan manja…Ku rasakan hangat nafasnya yang suci..Dia mengalunkan sebuah lagu untukku, yang bisa membuat ku tersenyum lagi…….Menghapus air mata ku dengan lembut…Sambil berkata
“ putriku…jangan nakal lagi ya…..”
Dia beranjak sambil menggendongku dengan manja… Dia berkata lagi,
“ anakku cepat besar ya…..”
Melihat tawa mu, mendengar senandungmu, terlihat jelas di mataku warna-warna indah mu. Menatap langkahmu, meratapi kisah hidupmu…Terlihat jelas di mataku anugrah terindah yang pernah ku miliki
Sungguh karena waktu. Waktu yang berjalan dengan cepat. Ketika ku sadari, ternyata si putri kecilnya telah menjadi dewasa. Hangat cinta kasih nya masih tersimpan..tersimpan di lubuk hati yang terdalam, dan ku pastikan tak seorang pun bisa mencurinya. Masih terasa segar ketika dia menjemput putri kecilnya dari sekolah. Dia menanti dengan sabar sampai bunyi bel itu pun tiba. Dengan lembut dia menyambutku dengan senyumannya yang khas, sambil berkata..
“ dapat nilai brapa nak….?”
Dia merangkulku, sembari mengelus rambutku yang kriting….Membawa ku melihat indahnya masa kecilku. Melihat indahnya dunia yang penuh senyuman, ketika aku belum mengerti apa arti “ air mata “ yang ku tahu bahwa ketika aku menangis dia selalu ada menyeka air mata ku..
Kau membuat ku mengerti hidup ini,kita terlahir bagai selembar kertas putih tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai dan terwujud harmony….
Hujan deras pun kembali mengguyur kota kecil ini. Hanya secangkir teh hangat yang menemaniku. Ketika aku menutup telinga ku , saat petir mengalunkan suaranya dengan keras.. Ada rasa sesak yang tiba- tiba muncul di relung jiwa ku. Ketika aku mengingat dia. Dia yang rela menjemputku ketika hujan deras. Ketika dia rela membiarkan pakaian di badannya basah, demi melindungi si putri kecilnya. Masih terasa segar ketika dia memarahi ku karena bermain hujan saat pulang dari sekolah.Di kota kecil ini, aku hanya bisa berbisik lembut..
“ ayah…aku kangen.. “
Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja….Indahnya saat itu, buatku melambung…..Disisimu terniang hangat nafas segar harum tubuhmu….
Kenangan itu pun kembali masuk ke memory ingatanku. Ketika dia tersenyum, melihat aku tersenyum. Ketika dia resah saat tak ada senyuman yang terlukis di wajah ku. Aku tahu, dia berkata :
“ada apa dengan mu putri kecilku ?”
Namun dia bisa menutupi rasah sedihnya terhadapku, dengan senyumannya yang khas, seolah tak terjadi apa- apa dengan berharap semoga besok putri kecilku bisa tersenyum lagi . Namun hati kecil ini tahu, bahwa dia turut sedih ketika hatiku sedih.
Aku kangen ayah…………
Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu..Patuhi perintahmu jauhkan godaan,yang mungkinku lakukan dalam waktuku beranjak dewasa,
Ketika aku melihat mata tuanya meneteskan air mata, sembari memelukku, mengecup keningku. Sungguh untuk pertama kali ku lihat dia meneteskan air matanya ketika harus berpisah. Dan ketika batin ini berkata, ayah..putri kecilmu ini akan baik- baik aja, jangan khawatir yah…” Ketika dia tak bisa memejamkan mata karena putri kecilnya. Ketika dia takut kalau aku takut sendiri, ketika dia takut kalau aku menangis, ketika takut kalau aku sakit, ketika dia takut aku tak bisa menyuci pakaian ku sendiri, ketika dia takut tangan lembut putri kecilnya tak bisa menyetrika pakain sendiri, dan ketika dia takut seorang pria kan menyakitiku. Aku mencintaimu Ayah..
Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu….Patuhi perintahmu, jauhkan godaan….
Hujan deras ini pun masih tetap membasahi kota kecil ini, ketika rasa rindu tak mampu tertahan lagi. Hanya bisa mendengar suaranya disebrang sana. Aku berlari, menerobos derasnya hujan, berlari tanpa menghiraukan suara petir ini. Menerobus,jauh…..jauhhhh,jauhhh ke dalam ruang rindu…dan aku pun mendapatkannya, mendapatkan penawar rasa rindu itu..Ketika aku mengingat setiap perkataannya
“ Jangan Lupa Doa ya nang…………”
Ayahh…..aku mencintaimu… : )
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja....Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut.Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar